Friday, January 8, 2010

POMPA BAHAN BAKAR KENDARAAN

Pompa bahan bakar atau dikenal juga dengan nama Fuel Pump adalah salah satu komponen dalam sistem bahan bakar pada sebuah kendaraan atau mesin pembakaran dalam lainnya. Sebagian mesin tidak memerlukan pompa bahan bakar karena dari desainnya dan dengan gravitasi, bahan bakar akan mengalir dengan sendirinya dalam sistem bahan bakarnya. Sebagian yang lainnya harus menggunakan pompa untuk mengalirkan bahan bakar dari tangki bahan bakar. Pada mesin dengan menggunakan karburator, umumnya menggunakan pompa mekanis bertekanan rendah yang terpasang diluar tangki bahan bakar, sedangkan mesin dengan injeksi bahan bakar, sebagian memiliki 2 macam pompa dalam sistem penyaluran bahan bakarnya,


1. Pompa bahan bakar tekanan sedang/volume besar di tangki atau lebih dikenal dengan nama Fuel Pump. Pompa ini berfungsi untuk menyuplai kebutuhan dalam sistem injeksi bahan bakar. Umumnya pompa elektris yang terpasang dalam tangki bahan bakar.
2. Pompa tekanan tinggi/volume rendah atau lebih dikenal dengan nama Fuel Injection Pump (FIP). Pompa ini ada dalam sistem injeksi bahan bahan bakar berfungsi untuk memompa bahan bakar dalam tekanan tinggi untuk suplai ke injektor.

Sebagian mesin dengan injeksi bahan bakar tidak memiliki pompa bahan bakar. Sistem injeksi bahan bakar menyedot bahan bakar langsung dari tangki atau FIP memompa bahan bakar dari tangki menuju injektor.

Pompa bahan bakar memiliki dua jenis :

1. Pompa bahan bakar mekanis.
2. Pompa bahan bakar elektris.

Pompa bahan bakar mekanis

Desain


Sebagian besar pompa jenis ini adalah tipe pompa membran. Pompa membran memiliki ruang pompa yang volumenya tergantung dari elastisitas pergerakan membran. Selain itu, dilengkapi dengan katup satu arah pada saluran masuk dan saluran keluar. Desain spesifik sangat bervariasi, umumnya pompa ini terpasang pada blok mesin atau kepala silinder. Sebuah poros yang memiliki poros eksentrik serta terhubung dengan putaran mesin akan menggerakan tuas pada pompa ini (langsung atau melalui poros penekan/penghubung) untuk menggerakan membran dengan gerakan naik turun. Pergerakan ini akan membuat volume ruang pompa akan mengecil atau membesar, dan berulang-ulang sesuai dengan putaran mesin. Saat volume ruang pompa mengecil, tekanan ruang pompa akan naik dan mengakibatkan katup satu arah pada saluran keluar terbuka serta katup satu arah pada saluran masuk tertutup, bahan bakan akan terpompa keluar melalui saluran keluar. Saat volume ruang pompa berubah dari terkecil mejadi membesar, tekanan pompa akan menurun dan mengakibatkan katup satu arah pada saluran keluar tertutup serta katup satu arah pada saluran masuk terbuka, bahan bajar akan terhisap masuk ruang pompa melalui saluran masuk. Saat proses ini terjadi secara terus menerus, bahan bakar akan mengalir dari tangki menuju karburator atau sistem injeksi bahan bakar. Pompa bahan bakar mekanis umumnya menghasilkan tekanan tidak lebih dari 15 psi, dikualifikasikan sebagai pompa tekanan rendah.

Aplikasi

Sebagian besar mesin bensin dengan karburator dan sebagian kecil mesin diesel menggunakan pompa bahan bakar mekanis.


Pompa bahan bakar elektris



Pompa bahan bakar elektris umumnya terpasang pada tangki bahan bakar, sebagian kecil pompa terpasang dalam ruang mesin. Tergantung dari desain, pompa tipe ini menghasilkan tekanan yang bervariasi, dari pompa bertekanan rendah sampai cukup tinggi. Sebagian dilengkapi dengan sensor untuk mendeteksi beban (suplai) berlebih, yang akan mematikan kerja pompa karena umumnya tidak ada saluran untuk aliran balik ke tangki bahan bakar.

Aplikasi

Kendaraan modern terutama yang sudah menggunakan sistem injeksi bahan bakar, umumnya menggunakan pompa bahan bakar elektris karena :

* Lebih mudah disinergikan dengan sistem yang lain, misal dengan unit kontrol elektronik.
* Pompa injeksi akan bekerja lebih efektif apabila bahan bakar yang masuk pompa injeksi dalam keadaan bertekanan cukup.

Thursday, January 7, 2010

2010 Lexus GX460 Pictures

2010 Lexus GX460
2010 Lexus GX460
2010 Lexus GX460
2010 Lexus GX460
2010 Lexus GX460 Interior
2010 Lexus GX460 Interior

Istilah “Moge” itu ada, Tapi Penafsiranya berbeda-beda!

ktm_990_super_duke_r-aa_2007_09_1280x800

KTM Superduke R – Untuk mendapatkan Izin mengendarainya butuh waktu sekitar 3 tahun !

Secara kasar Klasifikasi Moge adalah motor berkapasitas 600cc ke atas !

Klasifikasi moge di berbagai negara memang berbeda beda. Di Indonesia 250cc sudah di anggap moge. Di negri “freak balalp” seperti Italy Motor dianggap moge jika bertenaga diatas 35 hp. Tetapi kebanyakan mereka melakukan standarisasi dengan mengelompokan “Moge” sebagai motor berkapasitas 600cc ke atas. Nah! Hal ini dikarenakan dahulu sering kali terjadi kerancuan terutama pada motor berspesifikasi “nyeleneh” contohnya pada keluarga Suzuki RGV250 dan Aprilia RS250 karena meski cuma 250cc tenaga motor ini mencapai 60 hp lebih! Atau yang dilakukan oleh Ducati dengan Monster S2R800 yang dipasangi Restriktor kit agar tenaga mesin ditahan pada 33 hp. Sehingga banyak negara mencega akal mengakali tersebut dengan membuat regulasi mengenai klasifikasi baru, salah satunya adalah kapasitas maksimum motor sebelum dianggap moge yaitu 600cc. Jadi usaha nyeleneh pabrikan semisal Ducati yang ingin mengakali regulasi dengan dengan Monster 33hpnya (normalnya 92hp) bisa di hindari!

ducati_streetfigtherx1_2009_12_1280x800

Diharapkan biker memiliki kedewasaan ketika mengendarai motor bertenaga 155 hp ini

Di Eropa-Jepang-Australia, nggak semua Biker boleh bawa “moge”

Anda harus memiliki sim selama 3 tahun dan lulus ujian sebelum diizinkan mengendarai moge. Pasalanya hal ini dikarenakan setelah tiga tahun mengendarai motor anda dianggap sudah dewasa dalam berkendara dan memiliki cukup skill dan pengalaman. Sehingga saat mengendarai motor ber kapasitas besar dengan performa tinggi anda mampu mengemudikanya dengan benar dan sopan sehingga peluang terjadinya kecelakaan dapat di minimalisir. Oh ya selama masa 3 tahun pertama mendapat sim sebaiknya bikers tersebut tidak melanggar aturan lalulintas sama sekali semisal melanggar lampu lalu lintas ataupun melebihi kecepatan maksimum pasalnya credit point anda akan dikurangi dan anda harus menunggu lebih lama lagi sebelum bikers tersebut diizinkan ikut ujian mengendarai Moge! (baru ujian lho, bukanya mendapat izin!)

Vespa Modifikasi

Bagi penggemar Vespa terdapat beberapa aliran ; ada yang suka vintage, resto, dan modifikasi. Nah pada aliran modifikasi pun terbagi lagi: british/mod style yang mengaju pada gaya scooterist inggris era 60-70an, modifikasi touring, modifikasi racing, modifikasi rat-bike, dan terakhir modifikasi chopper.

Modifikasi chopper mulai marak di awal tahun 2000an. ini mungkin bermula dari ide scooterist yang berkantong pas-pasan namun ingin mempunyai motor seperti chopper.

tampak depan
Tampak Depan

tampak belakang
Tampak Belakang

mesin
Mesinnya tetap Vespa

me and chooper
Another chopper… sekedar mejeng

Motor Modifikasi

Two wheels. Dua kata yang sangat identik dengan kendaraan roda dua. Berbicara soal kendaraan roda dua, ada banyak sekali cakupannya, sebutlah sepeda, scooter electric/ listrik, goped, maupun motor. Dari berbagai cakupan itu tadi, masih terbagi lagi dalam berbagai jenis atau tipe yang juga beragam. Misalnya sepeda, ada jenis mountain bike, dari goped, ada tipe off road, dan lain sebagainya. Untuk motor apalagi, mulai jenis bebek (underbone), sport, touring, scooter, trail dan masih banyak lagi. Kesemuanya merupakan sebuah definisi yang cukup luas akan kendaraan beroda dua.

Namun, kali ini kita akan membahas sepeda motor dalam porsi yang lebih banyak dibandingkan dengan kendaraan roda dua jenis lainnya. Kenapa? Sebab motor saat ini merupakan hot issue yang pantas untuk dibicarakan. Motor kini menjadi sebuah alat transportasi primadona di Jakarta jika tidak ingin dibilang fenomenal. Disebut demikian sebab dengan semakin crowded-nya lalu lintas di Jakarta, banyak kaum urban metropolitan yang mengalihkan alat transportasinya dari mobil ke motor. Alasannya pun cukup masuk akal. Praktis dan efisien dari banyak sisi. Praktis karena tidak perlu mengantri lama di saat macet, mudah mencari tempat parkir, dan lain-lain. Efisien karena biaya transportasi sudah pasti jauh lebih irit dibanding dengan mobil. Di samping itu, hemat waktu juga menjadi alasan utama. Sampai rumah tepat waktu sehingga bisa menghabiskan waktu lebih lama dengan keluarga (bagi yang telah berkeluarga), atau bisa beristirahat lebih lama di rumah daripada bermacet-macetan di jalan raya menjadi faktor yang cukup membuat motor menjadi pilihan.

Tak ada lagi gengsi maupun rasa segan untuk berpanas-panasan atau bergelut dengan debu jalanan, asalkan tujuan bisa dicapai dengan segala kemudahan. Bahkan tak jarang, para kaum urban yang tadinya menjadikan sepeda motor sebagai alat untuk having fun, pleasures dan alat transportasi kala weekend, kini juga mengalih fungsikan kendaraannya menjadi kendaraan harian. Namun umumnya mereka tidak membiarkan tungganannya tampil seadanya, melainkan didandani sedemikian rupa agar tetap bisa mencerminkan si pemiliknya dan menambah rasa percaya diri kala mengendarainya.

Berikut ini akan kita ulas beberapa contoh jenis kendaraan roda dua (tak hanya motor) yang bisa digunakan baik untuk sekedar fun, pleasures, daily use maupun gabungan dari ketiganya. Ulasan kali ini tak hanya mengenai jenisnya saja, namun juga coba mengulas tentang dandanan apa saja yang sekiranya cocok dan sedang tren diterapkan di kendaraan roda dua.

Sepeda Lowrider
Sepeda yang aslinya dari Amerika Serikat ini memang ditujukan untuk sekedar bersenangsenang, umumnya di kala libur atau saat weekend. Pemakaiannnya pun biasanya tidak terlalu jauh, mungkin jarak dekat seperti seputaran komplek perumahan.
Untuk dandanan banyak mengaplikasikan pernak-pernik dari sepeda tua dan juga didandani mengarah ke vintage, namun dengan tampilan bling-bling. Aksen chrome atau gold plate juga cukup mendominasi.



Sepeda lowrider saat ini telah memiliki beberapa komunitas tersendiri, biasanya tergabung dalam satu area perumahan. Memang cocok jika lowrider ini digunakan untuk kongkow bersama teman di sekitar area perumahan.

Goped
Sebuah kendaraan alternatif beroda dua yang sempat kondang di Jakarta. Disebut alternatif sebab tadinya Goped ini hanya berfungsi untuk sekedar fun dan pleasures, seperti untuk balapan maupun sekedar jalan-jalan. Namun, makin ke sini, ada beberapa orang yang mulai tertarik untuk menggunakan Goped sebagai kendaraan sehari-hari dengan alasan kepraktisannya. Mudah dikendarai, irit, tak perlu surat-surat kendaraan dan bisa ditenteng menjadi beberapa alasan lainnya. ?Enak nyelip-nyelipnya di kemacetan, lebih cepat dan praktis, apalagi kalo buat jarak yang ngga terlalu jauh, seru?, ujar Deddy ?Jawir? Waskito, salah satu pengendara Goped untuk aktifitas harian yang juga doyan main off road dengan Trail-nya.

Freestyle
Freestyle, sebuah ?mainan? baru yang sedang cukup heboh di Jakarta. Dengan menggunakan motor sebagai medianya, inti dari freestyle ini adalah mengontrol motor semaksimal mungkin dengan gaya-gaya yang cukup ekstrem kalo tidak mau dibilang berbahaya. Untuk ?mainan? ini setiap jenis motor bisa digunakan, karena yang memegang peranan paling penting adalah si pengemudi motor itu sendiri. ?Syaratnya ngga aneh-aneh kok, punya nyali, mau belajar, punya keseimbangan dan jangan takut jatuh, itu saja?, ujar Larry, salah satu pelaku freestyle ini. Anggota CAOS yang sudah menekuni freestyle sekitar satu setengah tahun ini menambahkan, ?Pokoknya yang paling penting kita harus relaks dan senyawa dengan motor kita, kalau sudah senyawa, kita mau apain aja motor itu pasti ikut, pas menekan remnya juga jangan terlalu nafsu, biasa saja, cara membuka gas juga pelan-pelan?, ujarnya berbagi tips.



Untuk motornya sendiri, modifikasi yang dilakukan umumnya tidak terlalu ekstrem, dan lebih berkonsentrasi di factor safety, seperti rem dibuat lebih pakem, angin ban diatur supaya ban tidak mengunci kala mengerem, atau penambahan wheelie bar di bagian belakang untuk pemula. Sedangkan untuk mesin, kebanyakan standar, paling gear saja diganti dengan yang lebih besar.

Ada beberapa trik yang cukup sering ditampilkan dalam freestyle ini, diantaranya yaitu: Stoppie (mengangkat ban belakang setinggi-tingginya dengan menggunakan rem depan), Wheelie (mengangkat ban depan sambil motor tetap berjalan), Burn Out (ban belakang berputar tetapi kondisi motor tetap diam, sehingga ban belakang mengeluarkan asap), Sliding (mengerem sambil motor dimiringkan ke kanan atau kekiri), dan masih banyak lagi. Walaupun tergolong cukup baru, ?mainan? yang satu ini ternyata cukup banyak mendapat atensi masyarakat. Namun ingat, freestyle memerlukan keahlian khusus dalam penerapannya, mohon jangan mencobanya di sembarang tempat jika belum professional.

Skuter matik (Skutik)
Salah satu ?spesies? motor yang saat ini sedang booming. Popularitasnya kian hari kian meningkat, akibat berbagai macam kemudahan mengemudi dan perawatan yang ditawarkannya. Apalagi dibarengi dengan turut bermainnya merek-merek besar, seperti Kymco, Yamaha, Suzuki dan juga Honda yang memenuhi pasar dengan dukungan layanan purna jualnya. Di samping itu, bentuk yang manis serta enak dan mudah untuk didandani juga menjadi alasan banyak orang memilih jenis motor yang satu ini. Ditambah lagi dengan banyaknya toko-toko yang menjual aksesorisnya.



?Yang lagi marak sih sekarang orang dandanin skutik arahnya ke fashion, baik itu vintage/klasik maupun ke racing look, tergantung selera si pemilik?, ujar Hendy dari Interieurs, salah satu bengkel modifikasi skutik. ?Umumnya kalo vintage tuh ciri-ciri dandanannya pake windshield, spion chrome tinggi, ban white wall, jari-jari velg dibanyakin, aksen chrome, tas, dan lain-lain. Pokoknya sebisa mungkin dibikin kelihatan klasik, tapi bling-bling deh?, tambah Berry yang juga dari Interieurs. ?Nah kalo racing look, biasanya yang diganti tuh disc brake pakai yang diameternya lebih gede, trus velg diganti yang tapaknya lebih lebar, bannya juga, shock up side down, body nuansa Kevlar, pasang knalpot racing, dan lain-lain?, ulas Dimas dari New Face, sebuah bengkel modifikasi skutik di bilangan Jakarta Selatan.

Bagian mesin umumnya mereka sepakat untuk tidak diutak-atik sebab skutik-skutik ini selain untuk menyalurkan hobi modifikasi dan untuk senang-senang (ikut pameran, show, convoy, dan lain-lain), juga digunakan untuk harian. ?Justru karena dipakai harian makanya kita dandanin tampilannya aja, biar tambah gaya dan tambah PD mengendarainya, hehe?, ujar Berry menutup pembicaraan.

Vintage Vespa
Skuter yang tetap bertahan selama 60 tahun sejak kelahiran pertamanya ini memang merupakan motor yang cukup banyak diminati oleh berbagai kalangan. Baik tua maupun muda, banyak yang memilih skuter klasik ini sebagai kendaraan kebanggaannya. Alasannya beragam, mulai dari melestarikan peninggalan orang tua, ingin tampil klasik atau memang hobi mengoleksi motor antik. ?Vespa gue buatan tahun 1962, tangan pertama dari baru bekas punya bokap gue, dan sampai sekarang masih oke tuh?, ujar DJ Ali dari Sound of Zeus, pemilik Vespa 150 berwarna kuning kombinasi krem ini.



Jenis dari Vespa klasik ini cukup beragam, misalnya Vespa Super, Vespa Sprint, Vespa GS, Vespa Special, Vespa Super Sprint, dan masih banyak lagi yang lainnya. Untuk dandanan, biasanya dikembalikan ke orisinil atau lebih ke arah vintage/ klasik. Pemilihan warna solid ataupun kombinasi sesuai dengan tahun pembuatan masing-masing Vespa semakin dapat menguatkan kesan klasik tersebut. Aksesori yang dipasang pun umumnya merupakan barangbarang vintage, new old stock (NOS), second hand maupun remake dari barang aslinya. Seperti windshield buatan Vigano atau rak scooter basket dan karpet buatan Metalplast merupakan

aksesori yang banyak diincar. Pemasangan white wall dan dop roda juga layak dipertimbangkan. Perburuan aksesoris umumnya dilakukan di toko-toko aksesoris Vespa lama yang tersebar di Jakarta, seperti misalnya Aneka Motor di daerah Palmerah. Namun jika ingin lebih puas mendapatkan parts atau aksesoris, bisa juga order via internet di alamat www.scooterworks.com atau www.scooterwest.com .

Untuk mesin, biasanya Vespa klasik ini mengusung mesin orisinil atau paling hanya peningkatan di sektor pengapian dan karburator. Namun untuk beberapa jenis tertentu, mesin standar dirasa masih cukup mumpuni untuk penggunaan sehari-hari. Dan dengan dandanan yang eksentrik, mengendarai Vespa klasik sebagai kendaraan sehari-hari tentu merupakan suatu hal yang cukup unik.

New Vespa
Merupakan the reborn of a legend. Setelah bertahun-tahun bertahan dengan bentuknya yang tidak berubah-ubah, Vespa mengeluarkan line up barunya di era millennium dengan wajah baru yang sarat perubahan untuk beberapa jenis. Tak hanya wajahnya yang diperbaharui, teknologinya pun mengikuti perkembangan zaman, terutama kemudahan dalam mengendarainya. Sebutlah Vespa ET4, Liberty, Gilera atau X9 yang bentuknya sangat fresh dan mengusung teknologi mesin 4 langkah bertransmisi otomatis.



Selain dengan line up model dan wajah barunya, Vespa juga mengeluarkan versi baru dari beberapa tipe lamanya, seperti New PX atau Corsa yang juga cukup laris manis di pasaran. Untuk dandanan, biasanya banyak yang mengaplikasikan gaya retro vintage, namun tak jarang pula yang mendandaninya dengan gaya yang cukup centil, terutama untuk tipe ET4 dan Liberty. Pemasangan windshield, spion tinggi, ban white wall, tas Piaggio, American side lamp dan permainan grafis di body sudah merupakan hal yang umum dilakukan. Idenya pun bermacam-macam, dari dunia fashion, video games, motor polisi di suatu negara dan masih banyak lagi. Aksesorisnya pun sangat banyak jenis, merek dan pilihannya. Pilihan aksesori yang lumayan beragam inilah yang akhirnya juga menimbulkan banyak kreatifitas para pengguna New Vespa untuk mengekplorasi dandanan kendaraannya. Model yang cantik, ditambah dengan kemudahan dalam mengeksplorasi dandanan, lalu diikuti dengan teknologi terkini tentu menjadi senjata ampuh untuk memikat hati customer. Maka tak heran jika beberapa line up Vespa baru yang diedarkan di Indonesia terjual habis laris manis dan menjadi pilihan kendaraan bagi kaum urban masa kini, yang selain untuk fun and pleasures, juga dapat digunakan sebagai kendaraan harian yang tetap tampil gaya.

Trail - Motocross dan Supermoto
Bagi Anda yang sempat menyaksikan film nasional Ali Topan Raja Jalanan versi original yang kondang di kisaran tahun 70an tentu akrab dengan kendaraan yang satu ini. Trail. Yup, kendaraan roda dua berpostur jangkung yang aslinya untuk kegunaan di medan tanah/ off road, oleh si Ali Topan, tokoh utama film tersebut digunakan untuk menyusuri jalanan ibu kota yang akhirnya menjadikan Trail menjadi motor yang cukup kondang di masa itu.



Kini, setelah beberapa tahun berselang, Trail kembali marak menghiasi jalanan ibu kota dengan dandanan yang juga tak kalah menarik, terutama setelah merk Hyosung Bosowa RX125 datang menemani Suzuki TS yang lebih dulu ada di pasaran. Umumnya ada dua dandanan yang bisa diaplikasikan di Trail, yaitu gaya Motocross dan gaya Supermoto. Menurut Mas Oni, salah satu pengguna Trail modifikasi, perbedaan mendasar pada kedua gaya tersebut hanya terletak pada penggunaan ban dan velg. Jika gaya motocross menggunakan ban bermotif kasar, di supermoto justru sebaliknya, menggunakan ban bermotif halus. Untuk velg sendiri jika motocross menggunakan velg 21? di bagian depan dan 18? di bagian belakang, supermoto menggunakan velg 17? di kedua rodanya. Untuk bagian mesin, umumnya yang dimodifikasi tidak terlalu extreme, hanya terkonsentrasi untuk peningkatan performance saja. Misalnya penggantian piston dan knalpot. Untuk handling-nya, penggantian sektor suspensi dan penggunaan velg dan ban yang bertapak lebih lebar juga layak untuk dilakukan. Sebenarnya kedua gaya modifikasi (motocross dan supermoto) ini sah-sah saja untuk dipilih sesuai pribadi yang bersangkutan dan sesuai kebutuhan dari sang pemilik. Kelebihan dari kedua jenis modifikasi ini selain bisa digunakan untuk fun dan pleasure seperti bermain di hutan dan off road untuk motocross dan supermoto, atau juga bermain freestyle untuk supermoto, kedua gaya ini juga tetap layak untuk dipakai harian. Dan karena motornya besar dan kokoh sudah pasti lebih gaya dan keren dilihatnya, dan
berkesan gagah tentunya.

Harley Davidson
Siapa yang tidak kenal Harley Davidson? Simbol kebebasan yang mungkin menjadi impian setiap bikers untuk memilikinya. Motor yang satu ini banyak sekali aliran modifikasinya, ?Gue rasa malah jarang kali yah yang punya HD bener-bener standar? ungkap Vero, salah seorang modifikator HD. Masih menurut Vero, aliran modifikasi dari HD sangatlah banyak, namun beberapa di antaranya yang cukup popular seperti Stock Custom, yaitu memodifikasi tanpa merubah dimensi motor, Bolt On, yaitu pemasangan aksesoris sesuai dengan jenis HD tertentu, atau Pro Street, dimana modifikasi lebih diarahkan kepada performa mesin HD, ada juga yang disebut Chopper, dimana dilakukan perubahan pada dimensi motor, seperti perenggangan rake (sudut kemiringan shock breaker depan), perubahan stang, dan masih banyak lagi.



Chopper ini sendiri masih dibagi lagi dalam beberapa kategori seperti mild chopper, wild chopper, extreme chopper, classic chopper, old school chopper dan juga bobber yang merupakan urat dari traditional chopper yang telah ada sejak tahun 30-40an. ?Gaya dandanannya juga banyak lho, ada Japanese style, European style, Swedish Style, American style dan lain-lain?, ulas pria yang sudah akrab dengan HD sejak masih duduk di bangku SMP ini. ?Dan masing-masing style itu punya ciri khas tersendiri, misalnya Swedish dengan shock panjangnya, European dengan gaya klimis dan rapihnya, dan masih banyak lagi. Kira-kira begitu deh beberapa gambaran modif HD yang sebenarnya masih banyak banget untuk disebutin satu persatu?, terang Vero lagi. ?Kalo di Indonesia sendiri, yang cukup banyak adalah aliran Stock Custom, European style, Pro Street dan Chopper. Tapi sekarang-sekarang ini mulai banyak juga yang memilih Bobber atau Old school chopper sebagai dandanan HD-nya?, ujar Vero menutup pembicaraan.

Dari beberapa contoh di atas, mungkin bisa merubah cara pandang Anda terhadap kendaraan roda dua. Sekaligus diharapkan dapat menambah referensi Anda dalam mendandani kendaraan roda dua (jika Anda telah memilikinya). Paling tidak, kini tampilan roda dua pun bisa dibuat se-catchy mungkin dan bisa menambah rasa percaya diri para penunggangnya. Dan yang pasti, bisa meningkatkan efisiensi dari para pengendaranya, baik itu dalam hal waktu, biaya transportasi maupun biaya maintenance dari kendaraan itu sendiri jika dibandingkan dengan kendaraan roda empat. Dan, selain itu kendaraan roda dua tersebut tetap bisa difungsikan sebagai kendaraan untuk fun, pleasures maupun daily use. Tertarik untuk mencoba?

Generasi Teranyar Kawasaki Z 1000 Diluncurkan Awal 2010

Jakarta, 21 Desember 2009 - Pabrikan motor asal Jepang, Kawasaki Motor, saat ini telah merampungkan penyempurnaan varian sport produknya, Kawasaki Z1000. Bahkan pabrikan ini siap meluncurkan generasi ketiga Z1000 itu pada paruh pertama 2010 mendatang.

Kawasaki Z1000 Itulah kabar dari sumber di Kawasaki seperti dikutip sportbike. Motor beraliran sportbike itu akan mengalami perubahan yang cukup siginifikan dibanding generasi sebelumnya. Seperti diketahui, motor ini pertama kali diluncurkan pada 2003, kemudian pada 2007 lalu mengalami penyempurnaan.

“Kini perbaikan total dilakukan mulai dari mesin, kaki-kaki, hingga aksesoris yang bersifat kosmetik. Tetapi kesan agresif masih dipertahankan,” ujar sumber di pabrikan itu.

Disebutkan, bila sebelumnya sasis rangka menggunakan bahan dari baja, kini generasi teranyar motor itu akan menggunakan sasis rangka dari bahan alumunium. “Sehingga lebih ringan namun tetap kuat,” kata sumber itu.

Perubahan yang mencolok lainnya adalah pada bagian dapur pacunya. Kapasitas ruang bakar motor ini ditingkatkan dari 953cc menjadi 1.043cc. Mesin DOHC segaris empat silinder 16 Valves, dan berpendingin mesin. Mesin sebesar itu diklaim mampu menyemburkan tenaga hingga 101,5 KW pada torsi 9.600 rpm.

Sedangkan pada kaki-kaki motor dengan transmisi enam kecepatan itu kesan kekar begitu kental. Suspensi depan menggunakan Showa 41milimeter inverted fork. Kelebihan sistem suspensi ini adalah, sifatnya yang bisa disetel sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pengendara.

Sedangkan di bagian belakang, dipasang monoshock hidrolis. Sifat shock absorber ini adalah kelenturan dan kemampuannya dalam meredam getaran ketika melibas track berbatu atau berlubang.

Tampilan baru lainnya nampak pada velg. Generasi Z 1000 terbaru itu bakal menggunakan velg teranyar palang lima dengan warna silver hitam dengan ukuran berukuran 3,5 x 17 inci untuk bagian depan. Sementara. Di bagian belakang digunakan velg ukuran 5,0 x 17 inci, sehingga aura sebuah motor sport begitu kuat terlihat.

Hanya memang, untuk sistem pengereman tak mengalami perubahan total. Kawasaki masih menggunakan piranti yang disematkan pada generasi sebelumnya dan memodifikasinya. Meski demikian, Kawasaki menjamin sistem itu sangat bisa diandalkan.

Pada bagian depan, menggunakan cakram model petal berdiameter 300 milimeter(mm) dengan master rem Tokico empat piston. Sedangkan di bagian belakang cakram model yang sama dengan diameter 250 mm dengan satu piston kaliper. Perangkat lain dari generasi terdahulu yang masih dipertahankan dan hanya mendapat sedikit sentuhan adalah knalpot masih seperti generasi 2007.

Namun hingga kini belum ada bocoran, berapa motor ini akan dibanderol dan dipasarkan dimana saja. Apakah akan masuk ke pasar Indonesia?

Bisnis Variasi Motor Terancam


Dunia roda dua khususnya bisnis variasi lagi gonjang-ganjing. Pasalnya saat ini sudah disahkan Undang Undang No. 22 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Inilah peraturan baru yang menggantikan UU No. 14 1992.

Kenapa UU baru itu bisa begitu meresahkan? "Sebab pelaksanaan di lapangan masih belum jelas, sehingga sepertinya banyak aparat yang melakukan razia terhadap sesuatu hal yang kita yakini masih benar," kata Sendy Gienardy pemilik Sendy Motor di Luwuk, Sulawesi Tengah.


Pemilik toko variasi ini langsung merasa omsetnya menurun drastis. "Sebab sekarang banyak yang kembali ke tampilan standar sehingga dagangan kita jadi enggak laku," lanjutnya.

Tentu bukan tanpa sebab. Konon di wilayahnya pihak polisi melakukan razia motor yang menggunakan variasi pengganti komponen standar. "Bahkan pakai spion variasi juga ditilang selain yang pakai knalpot racing," tambahnya sambil ngomong kalau alasan aparat dalam menindak adalah UU yang baru disahkan tadi.

Hal sama juga disampaikan Hendriansyah, juragan produk berlabel HRP. "Saat ini memang volume perdagangan jadi jauh menurun," kata pria yang juga berjulukan dewa road race ini. Sebagai brand terkenal penghasil knalpot tentu saja indsutri Hendri menjadi sangat terpukul.

"Saat ini memang sudah ada razia seperti itu di seputaran Jogja. Bahkan akhir-akhir ini termasuk sering di kawasan Solo," lanjutnya. Hendri berkeluh kesah jika hal ini terus berlanjut maka bisa-bisa mereka yang bergerak di bisnis ini akan gulung tikar.

Satu lagi pedagang yang mengeluhkan kondisi akhir-akhir ini adalah Johny Lipurnomo yang banyak mengimpor variasi dari Thailand dan Taiwan. "Memang banyak keluhan dari konsumen . Masak iya ganti spion aja kena tilang," tanya Johny bingung.

Padahal menurut pria yang punya bendera Custom World ini, spion menjadi item pertama yang dilakukan penggantian oleh pemilik motor. Setelah itu baru diikuti knalpot dan lain-lain.

Sebenarnya bagaimana sih masalah ini sesuai yang diamanatkan UU tadi? Mari kita periksa pasalnya satu per satu.

Dimulai dari pasal 48 yang membahas mengenai persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan bermotor. Ayat 2 menjelaskan yang dimaksud persyaratan teknis adalah; susunan, perlengkapan, ukuran, karoseri, rancang teknis, pemuatan.

Sementara ayat 3 nya menjelaskan bahwa laik jalan adalah kinerja minimal kendaraan bermotor yang sekurang-kurangnya diukur atas; emisi gas buang, kebisingan suara, efisiensi rem, kincup roda depan, suara klakson, daya pancar dan arah sinar lampu utama, radius putar, akurasi alat penunjuk kecepatan, kesesuaian
kinerja roda dan kesesuaian daya mesin penggerak terhadap
berat kendaraan.

Sebenarnya jika pasal ini yang dijadikan alasan penilangan oleh aparat seharusnya mereka melihat lagi bunyi ayat 4 masih dari pasal yang sama. Ayat 4 ini berbunyi ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan teknis dan laik jalan sebagaimana dimaksud ayat 2 dan 3 diatur dengan Peraturan Pemerintah (PP).

Sampai saat ini belum ada PP yang menindaklanjuti aturan tadi. Misalnya saja mengenai kebisingan, tingkat emisi gas buang, klakson, hingga kembangan ban dan arah lampu tadi. Jadi jika aparat langsung menindak dengan landasan pasal ini, maka itu bisa dikatakan belum tepat karena PP mengenai aturan tersebut belum ada. Jadi pasal ini belum bisa dikenakan terhadap pengendara.

Karena itu jika PP-nya akan dibuat, ada baiknya pemerintah mendengarkan dulu aspirasi para pengguna motor, pengusaha, dan semua pihak yang terlibat dalam industri ini. "Sebab mengenai tingkat kebisingan itu harus tanya sama kita yang memproduksi knalpot. Kita akan taat aturan kok jika peraturannya jelas mengenai itu," lanjut Hendri.

Meskipun PP-nya belum ada, sangsi yang akan diberikan sudah tertuang jelas. Hal itu jelas dibaca pada pasal 285. Pasal ini berbunyi, Setiap orang mengemudikan sepeda motor di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud pasal 106 ayat 3 jucto pasal 48 ayat (2) dan (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Sekali lagi perlu dipahami bahwa sangsi ini baru bisa dilaksanakan jika PP yang menjadi syarat seperti disebutkan pasal 48 tadi harus dibuat terlebih dahulu. Jika tidak maka aturan in hanya akan menjadi pasal karet sebab tidak ada angka dan kondisi pasti mengenai kelaikan jalan tadi. Misalnya saja PP itu nantinya harus menyebutkan arti kaca spion yang laik, lampu yang laik, kondisi knalpot yang legal dan masih banyak item di motor yang memang perlu mendapat kepastian tentang kondisi boleh atau tidak bolehnya
digunakan.

Salah satu upaya untuk menjembatani semua permasalahan itu, para produsen variasi membentuk Asosiasi Pedagang Variasi (APV). Asep Hendro yang didaulat jadi ketua APV mengatakan perlunya standarisasi untuk variasi. Misal, kebisingan knalpot. Ada alat ukur yang dipakai untuk menentukan melanggar aturan atau tidak. “Pemerintah pastinya juga punya standar yang diadopsi dari standar internasional. Kira-kira berapa desibel. Jangan asal tilang, aparat bisa dituntut balik,” papar Asep yang juga merasa penjualan knalpotnya ikutan ngedrop.

APV mengusulkan adanya SNI (Standar Nasional Indonesia) seperti yang diberlakukan pada helm. Sehingga perlengkapan variasi yang dapat menggangu keselamatan berlalu lintas itu perlu diperjelas lagi. Sebab bisa saja satu variasi bagi si pemiliknya tidak berbahaya tapi menurut aparat bisa mengganggu. Karena belum adanya kejelasan definisi ini maka pemerintah harusnya segera mengeluarkan petunjuk pelaksaannya atau PP tambahan.

ASAL SESUAI SPEK3541img_3171.jpg

Brigjend (Pol) Sulistyo Ishak, Wakadiv Humas Polri mengatakan aturan UU No. 22 tahun masih tahap sosialisasi. “Untuk menegakkan aturan ada beberapa tahapan. Yakni sosialisasi, persuasif, terakhir baru represif berupa penilangan. Jadi, petugas tidak boleh melakukan langkah terakhir dulu,” jelas pak polisi ramah ini.

Pria yang pernah menjabat sebagai direktur lalu lintas Polda Metro Jaya ini mengungkapkan, perlunya aturan yang lebih jelas soal penggunaan komponen yang sudah tidak standar lagi. “Selama tidak menyalahi aturan spesifikasi teknis yang telah ditentukan, boleh saja menggunakan komponen lain. Asal legal dan tidak membahayakan,” papar bapak berkacamata itu.

Sulistyo juga menyarankan proses pengawasan terhadap barang variasi sebaiknya dilakukan sejak di hulu. “Saat barang itu dibikin produsen. Bukan ketika variasi itu sudah jadi. Sehingga tidak menyulitkan petugas di hilir. Semua pihak mulai dari departemen terkait harus berperan di sana,” ungkap polisi berpangkat bintang satu ini.